Diduga Digelapkan, Dana Arisan Online Nyaris Rp2 Miliar Raib, Admin Wanita di D Valley Park Batam Menghilang, Ratusan Member Menjerit dan Desak Polda Kepri Bertindak Cepat
Zonauptodate – Dugaan penggelapan dana arisan online nyaris Rp2 miliar mencuat di Kota Batam, Kepulauan Riau. Sekitar 100 orang yang mengaku sebagai peserta arisan melaporkan admin sekaligus pengelola arisan berinisial NSP, yang disebut-sebut berdomisili di kawasan D Valley Park, Batam, ke Polda Kepri. Terlapor diduga menghilang tanpa kejelasan setelah dana para member terkumpul dalam jumlah besar.
Kasus ini bermula dari aktivitas arisan online yang awalnya berjalan normal dan menumbuhkan kepercayaan para peserta. Namun kepercayaan tersebut berubah menjadi kekhawatiran setelah pengelola arisan tidak lagi dapat dihubungi. Para korban mengaku mengalami kerugian besar, baik secara finansial maupun psikologis, sehingga memilih menempuh jalur hukum.
Salah seorang korban berinisial Pi, yang hadir mewakili sejumlah member lainnya, menjelaskan bahwa arisan tersebut dikelola melalui grup WhatsApp dan Telegram. Skema arisan disepakati bersama, mulai dari besaran setoran hingga jadwal pembayaran. Pada tahap awal, pengelola dinilai aktif berkomunikasi dan memberikan penjelasan yang meyakinkan.
“Pada awalnya semua terlihat aman. Admin sangat komunikatif dan selalu meyakinkan kami bahwa dana dikelola dengan baik,” ujar Pi kepada wartawan, Rabu (21/1/2026).
Seiring waktu, jumlah peserta arisan terus bertambah dan nilai setoran semakin besar. Para member telah menyetorkan uang muka serta cicilan sesuai kesepakatan. Berdasarkan perhitungan internal para korban, total dana yang terkumpul diperkirakan mendekati Rp2 miliar. Dana tersebut, menurut korban, berasal dari tabungan pribadi hingga simpanan keluarga.
Situasi mulai berubah ketika pengelola arisan menunjukkan sikap berbeda. Aktivitas di grup perlahan berkurang, pesan pribadi tidak lagi direspons, dan komunikasi yang sebelumnya intens menjadi terputus. Kondisi ini memicu kekhawatiran di kalangan peserta.
Kecurigaan semakin menguat ketika terlapor menyampaikan alasan akan bepergian ke Medan dengan dalih urusan keluarga dan usaha. Pernyataan tersebut sempat menenangkan sebagian peserta. Namun belakangan, para korban mengetahui bahwa tiket perjalanan yang diklaim telah dibeli justru dibatalkan dan dana tiket tersebut dikabarkan di-refund.
Sejak informasi tersebut beredar, pengelola arisan tidak lagi dapat dihubungi. Nomor telepon tidak aktif, pesan di aplikasi percakapan tidak dibalas, dan grup arisan tidak memberikan penjelasan apa pun terkait keberadaan terlapor maupun dana para member.
Hilangnya terlapor meninggalkan ketidakpastian bagi sekitar 100 peserta arisan. Para korban mengaku tidak hanya mengalami kerugian materi yang besar, tetapi juga tekanan mental. Beberapa di antaranya menyebut mengalami stres berkepanjangan hingga memicu persoalan di lingkungan keluarga.
“Dampaknya bukan hanya soal uang. Banyak dari kami yang terpukul secara mental karena ini menyangkut kepercayaan,” kata Pi.
Karena tidak melihat adanya itikad baik dari terlapor, para korban akhirnya melaporkan kasus tersebut ke Polda Kepri. Mereka berharap kepolisian dapat mengusut dugaan penipuan dan/atau penggelapan dana arisan online tersebut secara menyeluruh.
Pihak kepolisian, melalui penyidik Polda Kepri, meminta para pelapor untuk melengkapi dokumen pendukung, termasuk bukti transfer, percakapan, serta data keanggotaan arisan, guna kepentingan pendalaman kasus.
Para korban berharap aparat penegak hukum dapat menelusuri dugaan modus operandi yang digunakan oleh terlapor berinisial NSP, serta menelusuri aliran dana yang telah dihimpun. Mereka juga meminta kepastian hukum agar kasus ini tidak berhenti tanpa kejelasan.
Kasus dugaan arisan online ini menjadi pengingat bagi masyarakat akan risiko tinggi praktik penghimpunan dana berbasis kepercayaan tanpa perlindungan hukum yang memadai, terutama dengan nilai setoran yang besar.
Kini, para korban hanya berharap satu hal yaitu penegakan hukum yang adil dan kepastian atas nasib dana yang telah mereka kumpulkan bersama.

